Kamis, 25 Desember 2014

Izinkan aku menghalalkanmu


Berawal dari rasa yang entah dari mana, kau membuatku tertunduk muka. Aku malu jika harus mengatakan ini cinta, sebab Allah belum izinkan kita untuk bersama.

Apalah dayaku, seorang lelaki yang papa, yang menjadikan asa sebagai harapan agar kelak kau kupinang. 

Meminangmu adalah bukti tanda cinta, sedang memacarimu hanya akan menambah pundi hina. Maka kuputuskan untuk menikahimu segera.

Sebagai lelaki mungkin kemapanan diri dipertanyakan saat menggandengmu sebagai istri. Namun izinkanlah aku menjelaskan: binatang melata yang kecil masih dapat makan, lalu mengapa dua hati yang mengharap ridha Allah takut kelaparan?

Tanggung jawabku teruji saat menjadikanmu pendamping hidup, mungkin kau akan bertanya dimana kita akan tinggal. Disini biar kuperjelas; burung yang terbang tinggi masih dapat sangkar saat pulang. Lalu kita yang tawakal, mustahil tak dapat tempat tinggal.

Dengan berbekal takwa aku mendatangimu. Izinkanlah aku mengahalalkanmu.

Bagikan

Tulisan Lainnya

Izinkan aku menghalalkanmu
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.