Minggu, 12 April 2015

Atas Nama Cinta

Cinta dan benci karena Allah

Atas nama cinta, hati Umar Al-Faruq melembut tunduk; "Sungguh, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta pada diriku"

Atas nama cinta, Keluarga Yasir tersenyum sabar di tengah dera siksa fisik musyrikin Makkah; "Sungguh kami telah saksikan surga di depan mata kami, ya Rasulallah."

Atas nama cinta, Bilal haramkan air mata dan erangan letih sepanjang cambukan dan tindihan batu di atas tubuhnya, hanya berucap; "Ahad...Ahad..."

Atas nama cinta, Mush'ab bin Umair memasuki Madinah seorang diri, mengetuk pintu kabilah dan berhadap amarah, balasnya; "Bukankah Lebih baik anda duduk dan dengarkan. Jika baik terimalah, jika benci cukuplah.."

Atas nama cinta, Imam Ahmad mendekam siksa dan penjara, namun tetap berkata: "Al-Quran Kalamullah.."

Atas nama cinta, Khadijah Ummul Mukminin berikan seluruh harta, seluruh jiwa dan hidupnya utk dakwah, hingga Allah firmankan:"Wahai Jibril, sampaikan salam-Ku padanya, bahwa Tuhannya telah membangunkan untuknya sebuah rumah di surga"

Bicara cinta tak melulu mendayu merah jambu, mari bicara cinta dengan warna berbeda..
Cinta putih menderas, yang dengannya Haq dan bathil berbatas jelas.
Cinta biru membara, yang dengannya para Shahabat berlomba raih pahala!

Source: anonim from facebook

Bagikan

Tulisan Lainnya

Atas Nama Cinta
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.