Rabu, 02 September 2015

Ayah, Izinkan Aku menikah


            Ayah, kau adalah pejaga yang tak pernah berhenti mengayomi dan melindungiku. Sebagai putrimu, aku bahagia mendapatkan ayah seperti sosok dirimu; lembut pada istrinya serta anak-anaknya termasuk aku. Aku berharap, semoga nanti aku bisa mendapatkan suami sepertimu, maksudku, semoga Allah mempertemukan calon imam yang baik untukku. Mohon doamu Ayah...

****

            Tidak terasa kini aku telah beranjak dewasa, umurku sudah menapaki usia 20 tahun. Kata orang, umur ini, apalagi gadis sepertiku, banyak yang ingin meminang. Iya kah? Ayah, aku takut. Bukankah usia ini aku harus banyak bermain bersama teman-temanku, menghabiskan waktu untuk pergi dan menjelajahi apa yang belum aku tahu. Dan, bukankah aku dan teman-teman harus membicarakan tentang lelaki terlebih dahulu sebelum melepas masa mudaku, yah...

            Tapi Ayah, itu fikiranku beberapa waktu lalu. Saat –menurutku—menikah muda adalah suatu aib yang harus dihindarkan. Sekarang aku menyadari yah... kenapa ada beberapa teman di seusiaku bahkan dibawahku memilih untuk menyegerakan menikah. Itu karena mereka ingin menjaga diri dari fitnah, karena mereka ingin menjaga ifah dan juga izzah sebagai seorang wanita. Menjaga diri dari maksiat dan juga dosa, serta melengkapi separuh agama.

            Ayah... pergaulan sekarang semakin membuatku takut dan ngeri. Banyak diantara teman-teman seusiaku sudah hamil diluar nikah. Bahkan, karena tak kuat menanggung malu mereka meng-aborsi janin yang baru dikandungnya. Aku takut yah... Aku tak mau seperti mereka. Aku tak mau memberatkanmu dengan dosa yang kulakukan, aku tidak mau membuatmu menanggung malu. Dan aku tidak mau menjadi salah satu penyebabmu memasuki jurang neraka.

            Ayahku sayang, sedari kecil engkau mengajariku untuk menjaga diri dari melakukan hal-hal yang buruk. Engkau selalu menuntunku tuk jadi wanita terbaik yang pernah engkau miliki. Engkau selalu mengajariku dengan baik. Ayah, ketahuilah, engkau adalah lelaki pertama yang selalu tersimpan dihatiku, selamanya.

            Hm. Ayah... izinkan putri kesayanganmu ini untuk menikah ya, Yah, agar aku terhindar dari dosa zina, dan ayah juga dapat istirahat dirumah dengan tenang. Karena nantikan, ada yang menjagakuh.. Hehe

            Ayah, serius. Aku ingin menikah di usia ini. Aku tak mau bernasib sama seperti teman-temanku yang hamil diluar nikah karena pergaulan bebas. Aku tak mau Ayah menanggung malu dan dosa karena perbuatanku. Pokoknya Yah, jika nanti ada pemuda sholeh datang menemuimu dan memintamu untuk menyerahkanku sebagai istrinya, jangan diterima Yah. Eh, maksudku, jangan diterima kalau agama pemuda itu tidak baik!

            Ayah... mungkin terlalu kekanak-kanakan aku harus menulis seperti ini. Tapi, aku ingin engkau tahu; aku sayang padamu Yah, itulah kenapa aku ingin menikah muda.
Semoga Ayah selalu dalam lindungan Allah.

Salam sayang, putrimu tercinta.
Almeera Hanum.*


~Ayah, izinkan aku menikah.


*Cerita diatas hanya fiksi

Bagikan

Tulisan Lainnya

Ayah, Izinkan Aku menikah
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.