Selasa, 08 September 2015

Memantaskan diri Karena Allah bukan Karena Jodoh

Memantaskan diri karena Allah Bukan Karena Jodoh

            Adakalanya, biru langit itu menjadi kelabu. Segarnya daun pun ’kan menjadi layu, seperti diri yang terkadang lemah taat pada Allah. Pun, langit yang kelabu itu akan menjadi cerah saat diterangi cahaya. Dan daun itu, akan menjadi segar nan hijau menawan ketika mentari menyinarinya. Sama halnya dengan kita yang terkadang lemah taat pada Allah, akan menjadi semangat saat kita terus berdekatan denganNya. Nikmatnya...

            Kita yang saat ini sedang memperbaiki diri menuju pribadi yang lebih baik. Menata hidup agar tidak lagi salah arah. Merangkai mimpi agar memiliki tujuan hidup dan... memantaskan diri agar mendapatkan jodoh yang baik dan Shaliha, semoga niat itu semua lurus karena Allah semata bukan karena yang lain. Perihal pasangan hidup misalnya, kita memantaskan/memeperbaiki diri seolah-olah hanya karena ingin mendapatkan pasangan yang Shalih/a agar jodoh kita menjadi baik nantinya. Padahal, sesuatu yang bukan karena Allah, sesuatu yang bukan di niatkan untuk ibadah maka akan sia-sia.

            Saat “berhijrah” (memperbaiki diri dari yang buruk menjadi baik) kini semarak –alhamdulillah—moga niat itu lurus untuk terus memperbaiki diri karena Allah, bukan karena perihal jodoh. Sebab, saat memantaskan diri tak lagi karena Allah, mungkin bisa saja kita mendapatkan pasangan yang baik, tapi apakah Allah ridha?

            Memantaskan diri itu penting, tapi kembali lihat niat kita. Apakah murni karena Allah atau mungkin karena jodoh? Ingat, hidup didunia ini untuk mendapatkan ridha Allah bukan ridha jodoh.

            Saat kita memantaskan diri karena Allah, Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita dan Insya Allah ridhapun di dapat. Tapi kalau memantaskan diri hanya untuk jodoh, ah, rasa-rasanya tidak pantas, sebab cinta Allah-lah yang hakiki dan pasti.

Dari sini, mari memperbaiki niat kita. Menata kembali niat yang ‘mungkin’ salah. Memantaskan diri karena Allah bukan karena Jodoh.


            Semoga Allah memberikan yang terbaik dari yang baik. 

Bagikan

Tulisan Lainnya

Memantaskan diri Karena Allah bukan Karena Jodoh
4/ 5
Oleh

3 komentar

Tulis komentar
avatar
24 Maret 2016 12.38

Memantaskan diri karena Allah.
Mungkin melelahkan tapi kalau Allah ridho itu pasti baik.
Ya Allah semoga dimudahkan, iringi langkahku....

Reply

Tinggalkan kesan.