Jumat, 13 November 2015

Ketika Hijrah menjadi Keharusan

Yuk, Hijrah

            Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah mengkaruniakan Hidayah dan inayahnya, kepadaku juga padamu. Sebuah kenikmatan-kebahagiaan tak terhingga kita tlah dituntun, diberikan petunjuk untuk menjadi hamba yang lebih baik lagi dengan berbenah diri dihadapanNya. Tak pernah berhenti lisan kita bersyukur, karena Allah telah membimbing kita pada jalan hijrah menuju kebaikan (islam). Sebab, Allah berfirman dalam al-qur’an, “barang siapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak satupun yang dapat memberikannya petunjuk” (Al-Kahfi : 17). Summa na’udzubillah

            Teruntuk kita, yang sedang berhijrah menuju kebaikan-kesempurnaan menjadi muslim dan muslimah sejati. Tidak ada alasan bagi kita, yang saat ini menggenggam hijrah  untuk tidak mengkaji islam. Sebab, dengan mengkaji islam setelah berhijrah, akan kita dapati istiqamah, dijalan perbaikan iman dan juga takwa pada Allah.

            Teman, jalan hijrah memang tidaklah mudah, akan kita dapati senyuman sinis, sindiran bengis, serta cemoohan yang mungkin akan membuat kita menangis. Tapi, disinilah Allah menguji kita, apakah benar-benar berubah (hijrah) karenanya atau selainnya. Sebab seseorang yang berubah karena selainnya, akan mudah kembali pada keadaan dahulu, jauh dari Allah serta sering melakukan hal-hal yang mengundang murkaNya. Lainhalnya dengan mereka yang benar-benar berhijrah karena Allah, sindiran-cemoohan akan menjadi pijakannya untuk lebih cepat berjalan menuju RidhaNya.

            Teman, Inilah Jalan hijrah menuju keridhaan Allah. Jalan yang terdapat tanjakan penguat iman dan juga tikungan pemantap kesungguhan. Kita akan ditempa dijalan ini untuk menjadi hamba yang terbaik, untuk menjadi hamba yang taat dan patuh pada Allah semata.

            Pun, teman. Jika kita sudah bersungguh mengambil jalan ‘hijrah’ untuk mendapat keridhaan Allah. Maka perintahnya menjadi keharusan yang harus kita terima. Yang tidak mengenakan hijab, kini harus mengenakannya untuk menutup seluruh aurat. Dan yang dahulu sering meninggalkan shalat, kini sudah harus melaksanakannya tanpa pernah meninggalkannya kembali.

            Tidak ada yang lebih nikmat selain nikmat hijrah karena Allah. Mempelajari islam secara kaffah, mengkajinya dan menyebarkannya kepada saudara kita agar ia turut mengikuti jejak kita untuk berhijrah. Karena, jika kita tidak menggunakan kesempatan itu, belum tentu esok kita bisa menikmatinya. Tidak ada yang tahu umur, teman. Maka bersegerlah berhijrah. Berhenti dari kebiasan mengundang dosa menjadi mendatangkan pahala. Bukankah baik jika seperti itu. 

            Pun, teruntuk engkau yang sedang berhijrah, istiqamahlah. Pelajari islam secara menyuluruh agar hati menuntun dan raga tertuntun. Bersyukurlah, sebab Allah telah memberikan petunjuk pada jalan kebaikan serta perbaikan diri tiada henti yang akan bermuara pada ridha Ilahi.


Semangat mengkaji islam.     

Bagikan

Tulisan Lainnya

Ketika Hijrah menjadi Keharusan
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.