Jumat, 13 November 2015

Tak Seindah Kupu-kupu dan Pelangi


Pernikahan Tak seindah Kupu-kupu dan Pelangi

            Pernikahan, sebuah ikatan yang dapat membuat apa yang sebelumnya haram menjadi halal dan dosa menjadi pahala. Ia adalah simpul, yang mengikat dua hati atas nama Ilahi. Ia juga merupakan wasilah untuk mendekat pada Rabbi, menambah ketaatan dan juga keimanan. Berbahagialah untuk engkau yang telah menikah, kini pahala ada didekatmu.

            Sejenak, mari kita kembali berfikir, berbincang tentang pernikahan yang akan dilalui. Tentang kehidupan yang akan dilewati bersama. Cerita yang akan dilakoni berdua. Ah, disinilah nikmatnya, apa-apa yang dilakukan bersama.

            Pernikahan. Apa yang terlintas difikiran kita saat mendengar kata itu? Bahagia, ceria, canda-tawa, romantis? Ya, benar. Semua itu akan didapatkan, tapi ada hal yang lupa difikirkan dan ini seringkali terabaikan. Pun, tidak menutup kemungkinan hal ini membawa pada keretakan dalam rumah tangga.

            Pernikahan, bila di ibaratkan, tak seindah kupu-kupu dan juga pelangi dan untuk engkau yang menyukai senja, ia tak seindah warna merah keemasan yang engkau idamkan. Adakalanya, pernikahan itu termakan ulat masalah yang membuat lubang rumah tangga. Pun, pelangi yang indah itu ‘kan berubah menjadi angin gersang yang membuat panas hati.

            Bila terbayangkan olehmu pernikahan itu indah, maka itu adalah kekeliruan. Sebab bahtera yang berlayar ditengah laut takkan selamanya tenang. Pasti, dan akan terjadi, badai, terpaan hujan deras, angin kencang yang siap menghempas bahtera rumah tangga. Disinilah tugasmu memikirkan hal itu. Bagaimana caranya menyelamatkan bahtera dari amukan masalah rumah tangga.

            Untuk engkau yang akan menikah, luruskan niat dan persiapkan ilmu. Jangan terbayang dikepala yang indah-indah saja tentang pernikahan, itu adalah bonus saat engkau berhasil melalui ujian berumah tangga. Ah, tulisan pendek dan sederhana ini bukan bermaksud menggurui, tapi mengingatkan sahabat dan diri sendiri agar tidak terlena indahya pernikahan dan melupakan ujian yang akan dilalui dalam berumah tangga karena pernikahan itu, terkadang tak seindah kupu-kupu dan juga pelangi.


Cukup, itu saja. 


Barakallahu laka. 

Bagikan

Tulisan Lainnya

Tak Seindah Kupu-kupu dan Pelangi
4/ 5
Oleh

1 komentar:

Tulis komentar
avatar
25 Januari 2016 23.59

Gue suka Kupu-kupu.. comel wkwk

Reply

Tinggalkan kesan.