Minggu, 14 Februari 2016

be my Pengantin



Be My Pengantin

Minggu kedua dibulan februari ini tampaknya menjadi tren dikalangan kawula muda, tepatnya tanggal 14 februari, sebagian orang menyebutnya sebagai hari kasih sayang, atau hari dimana kita untuk merayakan cinta. Ah, indah sekali rasanya. Tapi, mungkin kita semua juga sudah tahu tentang hari ini, valentine. Hari dimana sepasang kekasih saling menukarkan coklat serta bunga, dan mungkin bisa juga boneka atau barang berharga lainya kepada kekasih tercinta.
 Sangat romantis.
Tapi sedikit informasi, di Amerika tanggal 14 Februari dijadikan Nation Condom Week.Pun, entah kenapa di Negara kita, pada tanggal yang sama penjualan kondom –jika memang tidak mau disebut pemakaian—meningkat cukup pesat. Ah, apa ini bertepatan dengan hari Valentine? Saya berprasangka baik, ini bukan karena hari valentine, mungkin ada sebab lain seperti misal; pasangan suami-istri yang tidak ingin memiliki anak. Tapi, apa iya kebanyakan pasangan halal tidak ingin mempunyai keturunan? Dan ternyata dugaan saya tidak tepat, ini memang karena hari Valentine, hari maksiat cinta.

            Atas nama cinta, dihari valentine ada perempuan yang rela melepaskan kehormatannya. Atas nama cinta, ada lelaki yang tidak bertanggung jawab menodai kekasihnya.

 Lalu, apakah ini yang dinamakan dengan hari kasih sayang?


            Dengan kekata “be my Valentine” yang sering dilontarkan oleh kebanyak kawula muda sebenarnya ada sesuatu yang disembunyikan secara tersirat, “Maukah engkau bermaksiat denganku?” Na’udzubillah! ini bukan perihal pemikiran yang sempit, tapi fakta menunjukan demikian. Buktinya, konsumen kondom melejit. Pun, kalau kondom tidak bisa dijadikan bukti, perempuan-perempuan yang hilang keperawanannya bertambah banyak!

            Ah, sudahlah. Kita sudah sama-sama dewasa –kalau tidak mau disebut anak-anak—sebagai orang dewasa yang memiliki akal sehat. be my valentine sudah tidak zaman, kuno, kampungan. Apalagi juga kita tahu kalau hari valentine sama dengan hari maksiat yang mengatas namakan cinta. Pun, sudah saatnya slogan be my valentine diganti dengan be my Vengantine. Ketimbang jadi valentine yang hanya sehari, mending jadi pengantin yang bisa raya-innya setiap hari. 

Dan… teruntuk wanita, bukankah kata ini yang sedang kamu tunggu-tunggu?

Perlu diketahui, sebenarnya tukeran cokelat serta bunga itu adalah cara lama yang sudah tidak berlaku lagi untuk merebut hati wanita. Sekarang itu, hati wanita akan mudah ditaklukan, bahkan luluh, --semoga ini gak lebay-- dengan tukeran KARTU NIKAH. Gak percaya? gih, buktiin.
Jadi mulai sekarang, sepakat ya kita ubah kata be my valentine menjadi #beMyVengantine

I’m Muslim and No Valentine day, but Yes for Vengantine Day!

Bagikan

Tulisan Lainnya

be my Pengantin
4/ 5
Oleh

3 komentar

Tulis komentar

Tinggalkan kesan.