Selasa, 27 September 2016

Belajar untuk Bekerja?

Semangat, jangan pernah berhenti belajar

        12 tahun kita menghabiskan waktu untuk belajar, dari SD-SMA, belum lagi jika bangku kuliah kita enyam, kurang lebih 16 tahun jumlahnya, ini tidak termasuk jika kita ingin melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.

        Cukup lama waktu yang digunakan untuk menuntut ilmu, tetapi agaknya, kita masih keliru mengambil tujuan dalam belajar. Iya, pada faktanya, sebagian siswa ataupun mahasiswa belajar hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang bonafit.

        Memang, sah-sah saja jika pekerjaan yang kita tuju dalam belajar, namun waktu yang kita keluarkan untuk belajar adalah hal yang sangat berharga. Sebuah ironi, menurut saya, kita yang SD-SMA belajar, namun berakhir sebagai penjaga toko, pembersih sebuah instansi dan lain semisalnya. Kemana ilmu yang telah kita pelajari susah payah saat SD-SMA; belajar Islam, Geografi, Otomotif, Kalkulus, Biologi, Sejarah, Ekonomi, untuk apa jika kita tidak gunakan.

         Sungguh, tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekan sebuah pekerjaan, karena setiap pekerjaan yang halal akan di ganjar dengan keberkahan. Catatan ini hanya ingin mendobrak nurani kita sebagai pembelajar, kemana ilmu yang kita pelajari jika berakhir sebagai seseorang yang dianggap tidak penting.

        Menuntut ilmu dalam belajar, adalah sesuatu perbuatan mulia, Allah akan mengangkat derajat seseorang yang ilmu dan keimanannnya kian bertambah. Pun, Allah akan memudahkan jalan seorang penuntut ilmu ke syurga. Ada kemuliaan, dan tersimpan harta tak ternilai bagi kita yang tidak pernah berhenti untuk belajar.

        Mesti kita luruskan bersama, tentang tujuan belajar bukan hanya untuk mendapatkan pekerjaan, melainkan untuk memuliakan diri dan keluarga. Mengangkat derajat kita dihadapan Allah ‘azza wa jalla. Ini yang terpenting.

       Seorang guru saat masih SMP pernah berujar, “kalau ilmu-mu tinggi, engkau tidak perlu repot cari pekerjaan, jurstru ia akan datang sendiri padamu, begitulah orang yang berilmu” katanya.

       Rasanya, jika belajar hanya untuk mencari pekerjaan, kita tidak perlu buang-buang waktu untuk pergi ke sekolah, kampus, ma’had dan tempat lainnya. Cukup duduk manis saja dan perhatikan bagaimana waktu akan menggilas kita karena ketidaktahuan.

Bagikan

Tulisan Lainnya

Belajar untuk Bekerja?
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.