Minggu, 25 September 2016

Bukan Pernikahan Cinderella

Tidak Seperti Kisah Cinderella, Pernikahan, Jomblo

Apa yang terlintas dibenak kita saat membicarakan pernikahan;  bahagia, senang, gembira, tertawa, romantis? Jika sering sekali membayangkan hal ini ketika menikah nanti, maka perlu rasanya kembali melihat isi kepala kita, apakah ia terlalu banyak merekam kisah Cinderella dan film lainnya yang menggambarkan bahwa setelah menikah akan berakhir bahagia?

            Judul dari tulisan ini, saya sadur dari buku karangan ustadz saya, Iwan Januar. Beliau berujar dalam acara talkshow off air Halaqah Cinta bahwasannya pernikahan yang bahagia saja, hanya ada dalam  kisah Cinderella. Dan dari sekian banyak anak manusia yang menikah, ada beberapa diantaranya yang membayangkan hal seperti ini. Pernikahan bak cerita Cinderella. Alhasil, ketika ujian melanda pernikahan, bahtera itu karam.

Ada hal  ketika ingin menikah yang harus di persiapkan; ilmu, niat mental, finansial, setidaknya ini mewakili dari sekian persiapan sebelum menikah. Tetapi cukup dirasa perkataan Ustadz Muhammad Fauzil Adhim dalam tulisannya Menikah Memuliakan Sunnah menjadi bekal, bahwa Ilmu dan Niat menjadi urutan pertama dalam pernikahan.

            Saat menikah nanti, niat menjadi dasar utama kenapa kita memilih menikah? Adakah alasan lain selain ingin mendapatkan ridha Allah, seperti ingin kaya misalnya atau karena si dia cantik. Lagi-lagi niat menjadi landasan, dan semoga ia menjadi pembenar bahwa niat kita menikah karenaNya. Sebab, nasihat rasulallah harus kembali di ingati; semua perbuatan di lihat dari niatnya, jika niat itu baik maka ia akan membawa keberkahan, namun jika niat tersebut buruk ia bisa membawa petaka.

Tujuan menikah, seperti untaian hikmah Ustadz Salim A. Fillah, “Menikah itu mengharap barakah (bertambah-tambahnya kebaikan)”  maka niat harus selalu di tata agar menikah tidak membawa bencana.

            Dalam menikah, ada banyak ilmu yang mesti diketahui seperti  ilmu bagaimana menjadi lelaki yang baik untuk istri dan wanita yang baik untuk suami, bagaimana mengarahkan bahtera rumah tangga agar selalu lurus jalannya menuju ridha Allah ta’ala. Ini penting, sebab, banyaknya keluarga tumbang karena kurangnya ilmu tentang berumah tangga.

            Dulu sekali, memang sempat saya membayangkan; “pernikahan itu indah”  tetapi kesininya kok indah banget ya..? hehe, bukan bermaksud mencemburui jejaka atau siapapun yang belum menikah, tetapi inilah kenyataannya. Namun dibalik itu semua, ada tanggung jawab yang harus dipikul, amanah yang harus ditunaikan, kewajiban yang harus dikerjakan, jangan maunya enak aja ya!

Ada ganjalan dihati tentang; saya merasa belum pantas menuliskan ini, tetapi sekali lagi ini pengingat untuk saya dan teman-teman shalih yang ingin menikah ataupun sudah menikah; Pernikahan adalah episode baru dalam kehidupan, awal bukan akhir, perjuangan bukan perhentian, karena menikah tidaklah seperti kisah Cinderella penuh drama serta sesak roman picisan ala barat, melainkan menikah adalah misi menggapai ridha ilahi, mencetak para mujahid dan memenuhi bumi dengan kalimat La illaha ilallah.

Ya, menurutku, seperti itulah pernikahan. 


Bagikan

Tulisan Lainnya

Bukan Pernikahan Cinderella
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.