Senin, 24 Oktober 2016

Duhai Akhi Tampan


       Akhi, mungkin tulisan ini sedikit mewakili hati wanita-wanita tentang perasaannya padamu. Tetang akhi yang sering hinggap dihati perempuan-perempuan karena pesonamu yang menawan. Ah, engkau lelaki tampan, semoga hatimu demikian.

      Duhai akhi tampan, mari kita duduk membicarakan sikap sebagaimana lelaki; bahwa tidak elok rasanya jika akhi umbar-nebar foto kegiatan hafalan, mengisi kajian tak jarang pula kegiatan kampus atau organisasi yang semakin membuat wanita jatuh hati. Khusnudzan, semoga itu sebagai rangkaian dakwah agar makin banyak muslim yang mengisi setiap waktunya dengan kebaikan.

     Akhi, aku tahu kau tampan, sangat tampan. Namun seperti yang pernah kau sampaikan bahwa wanita harus menahan fotonya agar tidak tersebar di internet karena bisa memicu hati bahkan nafsu lelaki, lalu bagaimana denganmu akhi? Wanita-wanita itu memperhatikanmu, ia juga memiliki nafsu, apakah engkau membantu mereka juga untuk menjaga pandanganya?

     Akhi tampan nan menawan, wanita mana yang tidak ingin dekat-dekat denganmu jika kau tidak henti tebar pesona, ibu mana yang tidak ingin menjadikanmu mantu saat kau beritahu semua prestasimu sebelum waktunya. Ah, ini merupakan karunia dari Allah akhi, bersyukurlah memiliki ketampanan. Namun sebagaimana kecantikan wanita yang bisa membawa fitnah, ketampananmu bisa menjadi sumbernya. Ingatkah kita kisah nabi Yusuf yang rupawannya membuat selir perdana menteri terpana, hingga teman-teman dari istri menteri tak sengaja mengiris jarinya sendiri.

    Duhai akhi tampan, rasanya tidak perlu diragukan lagi jejakmu untuk dijadikan suami dari seorang wanita shaliha, tapi sebelum masa itu menghampiri , bantu saudari kita untuk menjaga pandangannya dengan tidak menebar kerenmu di sosial media. Cukuplah ketampananmu milik istrimu seorang, agar tidak ada hati perempuan yang kecewa saat engkau menikah dengan lainnya.  

    Akhi, gantengmu moga terbalut dengan keshalihan, hingga tidak membuat wanita kesem-sem saat melihatmu. Akhi, harap rupawanmu terhiasi kealiman hingga tidak ada wanita yang tersandung jatuh di pelukanmu. Jika ia istrimu, tidak mengapa!


Akhi tampan, berat rasanya mengatakan  hal ini, tetapi demi kebaikanmu aku harus. 

Bagikan

Tulisan Lainnya

Duhai Akhi Tampan
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.