Senin, 24 Oktober 2016

Jarak


Indah saat bulan dan matahari saling berjauhan, apa jadinya bila ia saling berdekatan? Begitu juga bintang, elok dilihat saat ia dikejauhan. Kalau dekat? Kiamat. 

Tapi, aku bukan matahari maupun bintang dilangit sana. Aku lelaki yang selalu ingin berdekatan denganmu, lelaki yang menyempurna disampingmu.  Menawannya kita, saat saling mendoakan di sepertiga malam, ‘gagah’nya saat berjuang beriringan.

Namun terkadang, jarak harus diciptakan agar rindu tetap terjaga dan cinta kian menyala. Itulah kita saat ini. Kau disana dan aku disini, memberi jeda pada ikatan agar semakin erat saat berpegangan.  Meski jarak memisahkan raga, namun sukma tetap bertemu dalam doa. Ia menari-nari bersamamu di ketinggian cintaNya.

Apa jadinya bila tulisan tanpa jeda, mungkin semua orang akan sulit membaca kalimat-kalimat yang diuraikan, pun terbata-bata saat mengucapkan.

Terkadang jarak membuat indah hubungan, seperti hujan yang turun jarang-jarang. Maka berjedanya kita bersama akan menguatkan asa, bertemunya akan membuncah-buncah rasa yang menciptakan pelangi.

Kerinduan sebab jarak akan mengindahkan cinta seiring detik berlalu.
Bersabarlah  di penantian,  karena tidak lama lagi aku akan datang.

Bagikan

Tulisan Lainnya

Jarak
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.