Minggu, 23 Oktober 2016

Pentingnya Jamu untuk Dunia dan Akhirat



Saya memiliki ide luarbiasa tentang hal ini, sehingga pantas rasanya bagi saya untuk dibagikan pada teman-teman tentang pentingnya jamu bagi kehidupan di dunia dan juga akhirat. insya Allah.

Ada pepatah yang mengatakan, mulutmu harimaumu, bisa di artikan bahwasanya lisan, meski tidak memiliki struktur tulang, ia mempunyai daya untuk menyakiti seseorang apabila tidak di jaga. Gegara tidak minum jamu, ada perasaan teman yang terlukai, dan tidak jarang hal ini menimbulkan pertikaian berujung permusuhan. Jika sudah seperti ini, rasanya penyesalan yang akan kita dapatkan.

Para Ulama serta Salafus Shalih, telah mempraktikan minum Jamu dalam kehidupan sehari-hari; memilih-memilah kata dalam menyampaikan nasehat, ataupun berdialog. Sebab, ucapan yang mengumpat dan mencaci seperti pedang yang perlahan menyayat perih.

Oh, iya, kita tidak sedang membicarakan Jamu yang biasa di gendong ibu-ibu pekerja keras kita, tetapi kita tengah membicarakan Jaga Mulut (lisan) sebelum  berbicara.

Kita mengetahui, lisan menjadi perantara dari keinginan, serta penghubung saat butuh saling berdekatan. Namun sekali lagi, ada yang perlu di hati-hatikan sebelum menyampaikan, bahwasannya, kita harus memilih kosakata yang baik, tidak menyinggung ataupun membuat oranglain sakit hati, jangan samapi ada yang terlukai  hatinya karena ucapan yang kita bunyikan.

Saya pernah membaca sebuah analogi yang ditulis oleh seorang ulama, bahwa lisan (lidah) di jaga ketad, ia dilapisi penjagaan; Gigi dan Bibir, berbeda dengan mata yang dilindungi oleh satu penjagaan, kelopak. Maka dari sini; betapa Allah ingin mengingatkan kita bahwa ‘jamu’ itu penting, sebab ia akan bersuara di akhirat atas apa yang kita ucapkan.

Mejadi pengingat untuk kita firman Allah ‘azza wa jalla:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]

Juga nasehat Rasulallah SAW penggugah jiwa agar senantiasa minum jamu;

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga), apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga”

Yang dimaksud dengan apa yang ada di antara dua janggutnya adalah mulut, sedangkan apa yang ada di antara kedua kakinya adalah kemaluan.

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” (Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74).

Yuk, minum Jamu, sebelum berbicara atau menyampaikan sesuatu agar selamat di dunia maupun di akhirat.


Wallahu’alam bishawab.


Bagikan

Tulisan Lainnya

Pentingnya Jamu untuk Dunia dan Akhirat
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.