Selasa, 01 November 2016

Followermu Berapa?


Hari ini kita dapati, kemajuan teknologi yang semakin memudahkan kita dalam melakukan aktivitas; baik itu pertemanan, bisnis, da’wah, belajar dan kegiatan muamalah lainnya. Oia, satu lagi, menampilkan karya agar banyak orang yang tahu tentang kepiawaian yang kita miliki. 

                Membincangi karya ditengah aplikasi sosial yang menjangkiti semua orang terkadang membuat kita semakin menggila untuk mencari follower sebanyak-banyaknya. Apalagi saat seseorang memliki ambisi untuk populer tidak jarang apapun akan dilakukan agar followernya bertambah. Duh repot ya jadinya.

                Sebenarnya tidak menjadi masalah ketika kita menginginkan follower beribu bahkan berjuta, namun yang perlu diperhatikan apakah orang yang mengikuti kita mendapatkan hal yang baik? Misalnya, saat kita memposting sesuatu, apakah ia menambah pengetahuan atau kejahiliyahan, manambah keimanan atau kekufuran?

Inilah yang menjadi persoalan dan harus kita garis bawahi bersama tentang seberapa manfaatnya kita untuk orang lain, karena orang yang mem-follow di sosial media setidaknya berhak untuk mendapatkan kebaikan. Dan  sejujurnya, banyak follower itu  seperti dua mata pisau ketika kita gunakan untuk kebaikan dan orang lain mengikuti, insya Allah pahala pun di dapat dan saat kita gunakan untuk keburukan, tidak menutup kemungkinan akan ada banyak orang melakukan hal sama dan ini menjadi petaka serta dosa investasi untuk kita. 

Banyak follower tidak menjadi masalah jika di gunakan untuk membagikan hal-hal yang bermanfaat, namun yang menjadi permasalahan adalah ketika digunakan untuk hal yang tidak baik atau memperlihat sesuatu yang buruk. Pun, ia bisa menjadi pertanggung jawaban ketika memiliki follower banyak tapi tidak digunakan untuk kepentingan umat.

Nah, rasanya kita perlu terus merendah, menyelami makna tentang diri sendiri kenapa orang lain mengikuti kita? Semoga saja ia menjejaki kebaikan bukan keburukan yang mungkin  pernah kita perlihatkan. 

فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.” (HR. Bukhrai dan Muslim)



Bagikan

Tulisan Lainnya

Followermu Berapa?
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.