Sabtu, 03 Desember 2016

Mencintaimu


Aku tidak tahu, apa perkataan ini terlalu manis untuk dikatakan lebay. Tapi, aku beranikan diri untuk menuliskannya.

            Ini tentang mencintaimu, dimana setiap hari aku berusaha untuk menjadi lelaki yang baik untuk bisa bersamamu. Suami yang selalu setia mendampinginmu dalam keadaan apapun. Ah, kau tahu, sampai saat ini aku masih bertanya-tanya, kenapa kau mau dijadikan teman hidup dari lelaki yang bukan siapa-siapa ini?

Meskipun telah kau jelaskan, tetap saja masih ada ganjalan. Namun seiring bergulirnya waktu, aku mencoba untuk mengerti atau mungkin sedikit menghibur diri; alasan kau menerimaku adalah karena Allah. Ya, itu saja yang aku yakini. Aku tidak akan berfikir macam-macam lagi.

Tetapi aku berfikir kembali untuk menenangkan hati, mengapa dari beberapa lelaki yang memintamu tak kunjung menerima jawaban dari Ayahmu. Sedangkan aku, serasa diberikan kemudahan, meski jika difikir-fikir aku tidak jauh lebih baik dari lelaki sebelumnya. Saat ini, aku mencoba berfikir logis; mungkin kita berjodoh.

Tidak terasa, mencintaimu telah memasuki beberapa purnama. Dan, aku mulai banyak mengetahui tentangmu. Meski kurasa belum semuanya terbaca namun terlihat begitu jelas.

Dari sanalah, aku berusaha membangun cinta bersamamu. Dari akhlak yang selalu menjaga, agar jangan sampai lelaki yang membersamaimu lupa; kau dan aku saling menemukan karena Allah yang mempersatukan.


Bagikan

Tulisan Lainnya

Mencintaimu
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.