Selasa, 24 Januari 2017

From Nothing to Something


“Dunia akan selalu mengenang seseoarang yang benar-benar memberikan bekas pada kehidupan”

Jika bicara tentang dunia, rasanya semua orang ingin dikenang indah oleh zaman, namanya harum meski ia sudah ngga lagi hidup. Selepas kepergiannya, ia selalu disebut-sebut dalam pelajaran bahkan halqahan. Semua sebab kontribusi yang pernah ia berikan pada umat manusia selagi ia masih tinggal di dunia. Jika kita kembali membaca sejarah, ia yang dikenang syahdu karena sumbangsih yang ia berikan pada peradaban.

Ibnu Al Haitam merupakan salahsatu contoh dari sekian banyak cendikiawan umat islam yang dikenang karena kontribusinya menciptakan letak dasar optik. Ia digelari pula sebagai Bapak Pencipta Kamera. Coba bayangin, bagaimana kalau Ibnu Al Haitam ngga memberikan adikaryanya pada masyarakat dunia? Kenangan tidak bisa direkam dengan foto, ngga ada film-film yang bisa ditonton dan kamu juga ngga bakal bisa upload foto di Instagram. 

Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kehidupan, diantaranya, hidup ini akan biasa-biasa saja jika ngga bermanfaat untuk orang yang berada disekeliling kita.

“orang yang paling baik” ucap Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa salam, “adalah ia yang banyak manfaatnya bagi oranglain.”

Suatu saat dosen saya memberikan nasihat; “kamu itu, adanya jangan sama seperti tidak adanya.” Ia memberitahukan agar jangan sampai kita menjadi seseorang yang ada, tapi ngga terasa hadirnya, ketika ngga ada pun sama saja. Kalau begini terus bisa hilang ditelan zaman.

Hidup ini singkat, kalau ngga manfaat rasanya rugi berat. 

Kalau bicarain hidup, kita ngga bakal balik lagi kedunia jika telah tiada. Kesempatan untuk tinggal hanya Allah berikan satu kali. Semua orang Allah kasih waktu 1x24 jam dikalikan masa ia hidup, ngga pernah berubah sampai dunia ini berakhir.  Jika kita punya waktu yang sama, punya hari, bulan, tahun yang ngga berbeda, lantas apa yang membuat kita berlainan dengan mereka yang banyak manfaatnya untuk oranglain?

Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa salam memberikan hidupnya untuk islam, menyebarkan risalah ilahi agar jahiliyah pergi. Pun, para sahabat Rasulallah juga demikian, memberikan semua waktunya untuk memperjuangkan islam, ngga lain karena ingin bermanfaat untuk umat, memberikan pelajaran serta menunjuki ketaatan. Bukankah saat ini kita merasakan?

Semua orang akan datang dan pergi, tapi sedikit ia yang memberikan arti. Maka jadilah seseorang yang memberikan solusi, menghias dunia dengan kebaikan serta karya agar ia dikenang abadi. Bukan untuk mendapatkan tepuk tangan dari manusia, melainkan ridha-rahmat dari allah subhanahu wa ta'ala.

Maka menyejarahlah dengan segenap kemampuan, memberikan kontribusi, jika belum sanggup untuk memberikan yang besar, maka ngga perlu muluk-muluk untuk memulainya dengan hal yang kecil. Toh, lama-lama ia jadi besar juga, kan. 

Jadilah something untuk orang banyak, bukan nothing yang ngga diharapkan banyak orang.  



Bagikan

Tulisan Lainnya

From Nothing to Something
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.