Rabu, 08 Februari 2017

Tak Henti Berjuang


Nabi mulai mengadakan persiapan-persiapan untuk berperang melawan kaum kafir Quraisy yang tinggal menghitung hari. Dikumpulkanya semua peralatan perang dan para sahabat untuk menjemput Syahid. Tidak ada satupun diantara mereka yang tidak ikut beperang kecuali dalam keadaan sakit parah. Perang ini merupakan pemenuhan janji Rasulallah pada Abu Sufyan yang menantangnya setelah perang uhud.

“Kita akan bertemu lagi tahun depan di Badr, tempat kalian dulu membunuh teman-teman kami” seru Abu Sufyan kala itu.

Di pihak lain Abu Sufyan malah ketakutan dan bingung tak tahu apa yang harus dilakukan. Apalagi tahun itu  adalah masa paceklik. Namun, ia tak ingin mengingkari janji agar tak hina di mata kaum muslimin. Untuk itulah, Abu Sufyan menjumpai Nu’aim ibnu Mas’ud dengan membawa dua puluh ekor unta untuk meminta bantuannya memengaruhi Nabi supaya tidak datang ke Badr. Setelah diperintah dan disuguhi unta lantas Nu’aim ibnu Mas’ud bertolak ke Madinah. Sampai disana, ia kaget melihat persiapan kaum muslim.

            “ini tidak masuk akal!” ujar Nu’aim, “Bukankah Muhammad sendiri luka? Bukankah sahabat-sahabatnya banyak yang terbunuh?”

Ia sampaikan kepada Nabi bahwa Abu Sufyan tengah menghimpun pasukan dengan segala bekal dan peralatan perang. Kabar ini membuat kaum muslim takut dan cemas.

Tatkala Nabi mendengarnya, beliau berkata tegas, “Demi Dzat yang diriku dalam genggamanNya, aku pasti akan keluar, meski tak seorangpun menemaniku.”

            Allah menyirnakan ketakutan dihati para sahabat. Sebanyak 1500 orang menyertai kepergian Nabi. Namun sayangnya, musuh yang ditunggu tak kunjung datang, Abu Sufyan serta kaum kafir lainnya lari tunggang langgang.

            Allah menolong kaum muslimin dengan memberi ketakutan pada kaum kafir. Mereka tidak takut untuk terus memperjuangkan islam meski dihadapanya ribuan orang kafir menghadang dengan persenjataan lengkap. Ada keyakinan dihati mereka yang terus menyala-nyala; hidup mulia atau mati Syahid.

Inilah yang membuat mereka tak gentar, semakin ditakuti makin menancap keimanannya, ditakuti membuat mereka tambah berani.


حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".

Bagikan

Tulisan Lainnya

Tak Henti Berjuang
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.