Senin, 15 Desember 2014

Diary: Surat Pelepas Rindu II


            Malam ini, biarkan kita terbaring di atas sejadah memohon ampunan padaNya, dan semoga Allah menautkan dua hati yang telah lama merindu dalam untaian ilahi. Aku tidak pernah tahu, siapa yang akan menjadi pendampingku nanti. Apakah ia wanita baik atau bukan, aku tidak mengerti. Namun satu hal yang dapat kupahami, wanita baik hanya tersedia untuk lelaki yang baik, begitu juga sebaliknya.

            Ketahuilah, ketikaku menuliskan surat ini aku sedang merindu. Merindumu pendamping yang tak tahu siapa dan dimana. Berdoalah agar aku melangkahkan kaki dengan tepat kearahmu, agar kelak bisa bertemu dan menjabat erat tanganmu setelah akad menyatukan kita.

            Di sini aku dalam kebingungan, aku takut kalau-kalau kita tidak bertemu. Namun semua itu kuserahkan pada Allah, biar Ia yang mengatur urusan kita karena Allah tahu yang terbaik untuk hambaNya.

            Sebenarnya, aku ingin sekali menjemputmu dan membawamu pulang kerumahku. Namun, sepertinya aku belum mempunyai cukup keberanian. Mohon doa agar aku diberi keberanian untuk segera melamarmu, secepatnya.

            Ah... sepertinya terlalu naif jika kutulis kerinduan ini. Tetapi biarlah, karena memang ini apa adanya bukan dibuat-buat. J

Malam...

semoga Allah memelukmu dengan rahmat. J

Bagikan

Tulisan Lainnya

Diary: Surat Pelepas Rindu II
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.