Jumat, 12 Desember 2014

Diary: Surat Pelepas Rindu


Asslamu’alaikum wa rahmatullahi wa barrakatuh...

            Apa kabar jodohku, kamu baik-baik saja, kan? Ingat, jangan lupa makan ya... dan jangan lupa untuk terus taat pada Allah J

            Hm... sebelumnya aku ingin minta maaf padamu, aku belum bisa menjemputmu dari singgasana itu, rumah kedua orang tuamu. Kamu yang sabar ya, semoga Allah segera mempertemukan kita J

            O, iya. Apa kamu sedang memandang rembulan yang indah malam ini? Aku sedang memandangnya, dan semoga engkau juga. Hm, sebenarnya aku tidak mengerti mengapaku tulis surat ini untukmu, tapi yang aku rasakan saat ini adalah rindu. Ya, rindu. Rindu yang telah sekian lamaku pendam kini memaksa keluar dari hati, ia mencari tempat untuk berbagi. Namun engkau tidak perlu kuatir, aku telah menariknya kembali agar tetap berada di tempatnya.

            Duhai wanita yang akan mendampinginku nanti, setelah kita bertemu apa kau akan benar-benar mencintaiku karena Allah, apakah engkau akan menerimaku apadanya menjadi suamimu. Jujur untuk saat ini, aku belum bisa berbuat banyak untuk membahagiakanmu, tapi bukankah Allah telah berjanji pada kita bahwa ia akan membahagiakan orang yang selalu bertakwa padaNya. Dan karena bekal takwa pulalah aku menikahimu.

            Jodohku, sabar dulu ya... tetaplah menjaga hatimu agar hanya ada nama Allah di dalam dirimu. Dan semoga dengan begitu Allah ridha untuk kita menyemai cinta bersama J

            Hm... sudah dulu ya, nanti kita lanjutkan. J



Semoga Allah memelukmu dengan erat J

Bagikan

Tulisan Lainnya

Diary: Surat Pelepas Rindu
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.