Kamis, 22 Januari 2015

Allah, inilah secuil Muhasabahku.

Allah, inilah muhasahku.


            Apa yang telah kita lakukan hari ini. Kesibukan dunia begitu banyak menghampiri, tanpa kenal lelah kita mencoba mengejarnya. Mengejarnya dan terus mengejarnya, hingga akhirnyapun kita mendapatkan apa yang kita mau. Dunia ini begitu indah, sayang bila harus ditinggalkan walau sedetik saja.

            Kita berusaha untuk sukses di dunia ini, mengumpulkan begitu banyak harta dan membeli apa yang kita mau; Tanah, Rumah, Mobil, Motor, Pakaian mewah, hingga Handphone yang harganya jutaan rupiah.

            Duhai... betapa rakusnya diri yang terus saja terlena akan kehidupan dunia yang sementara ini. Begitu bodohnnya diri ini, bila terus saja mencari harta yang tidak akan dibawa mati.
Allah....

            Sudahkah kita bersyukur kepadaNya yang telah memberikan kehidupan ini. Sudahkah kita berterimakasih atas apa yang telah Allah berikan pada kita; hambanya yang lalai dan sering alfa. Pernahkah kita, menyisihkan waktu sebentar saja untuk mengucap Alhamdulillah atas rahmatNya yang begitu luas, padahal kita sering sekali melupakanNya, dan bahkan tidak perduli padaNya. Allah....

            Keindahan dunia, sepertinya telah membuat kita melupakan negeri Akhirat dan membuat kita lupa akan bersyukur kepada Allah. Keindahan dunia, sepertinya telah berhasil membuat kita lupa mengingat Mati.

            Ya, mati. Sebuah proses yang pasti kita temui. Kematian yang akan memisahkan diri kita dengan; keluarga, sahabat, istri dan anak yang sangat kita cintai. Di ujung sana, kematian menunggu kita dengan angkuh. Tak memandang usia, jabatan, banyaknya harta, kematian pasti menjemput kita.

            Dan pertanyaannya adalah, sudahkah kita siap menghadapi kematian. Sudahkah bekal kita cukup untuk perjalanan menuju dunia abadi --akhirat—. Sudah dapat dibanggakan-kah amal kita di hadapan Allah sedang kita masih bergelimang dosa.

 Allah....

            Namun beruntunglah kita sebagai seorang hamba, Allah selalu menyediakan hari baru untuk kita memperbaiki diri. Allah selalu menyediakan hari esok untuk kita memperbaiki iman yang telah lama kering tak disirami air ketaat-an.

            Sebuah kesenangan, apabila kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sebuah ketenangan bila kita tidak terlalu rakus dengan harta. Dan sebuah kebahagian bila kita mempersiapkan diri untuk ajal yang akan tiba.

            “Allah... maafkanlah hamba yang terlalu serakah akan harta. Aku sampai lupa untuk bersyukur padaMu, padahal Engkaulah pemilik dari semua kakayaan yang ada di dunia ini. Engkaulah pemilik kehidupanku dan seluruh manusia. Namun sepertinya aku terlalu asyik pada dunia dan melupakan tempat kemabaliku yang kekal di akhirat.

             Allah... bila ada waktu untukku esok hari, izinkanlah hamba untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi atas izinMu.

            Allah... bila masih ada waktu untukku, izinkanlah hamba menjadi pribadi yang shaleh dan taat kepadaMu. Berikanlah rahmat dan karuniaMu agar hamba selalu mengingat dan bersyukur padaMu.”

            Allah... inilah secuil Muhasabahku...



@Di bumi Allah penuh berkah.

Bagikan

Tulisan Lainnya

Allah, inilah secuil Muhasabahku.
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.