Jumat, 06 Februari 2015

Jika Ibumu telah tiada



        
Jika ibumu telah tiada
Ilustrasi Ibu/Informasinya.com
             Ibu adalah sosok manusia seperti malaikat. Hadirnya selalu dirindukan, tiadanya membuat hati gersang. Seorang ibu dapat membuat anaknya tumbuh besar dan bermartabat. Seorang ibu dapat membuat anak mengenal dunia dengan indah dan seorang ibu… ah sudahlah tulisan ini takkan mampu mengurai semua jasa-jasa seroang ibu yang sangat berjasa pada diri kita.

            Kata “Ibu” seolah menjadi cahaya tersendiri bagi hati. Kata “Ibu” seperti cahaya penghangat jiwa yang dingin akibat kelelahan menghadapi dunia ini. 

            Apa yang bisa kita lakukan tanpa Ibu? 

Ingat saat kita masih kecil? Begitu belaian kasih sayangnya tak pernah habis untuk kita. Bahkan sampai dewasa kini ianya tetap ada dan bahkan bertambah besar kasih sayangnya.

Apa yang bisa kita lakukan tanpa Ibu?

            Ingat saat diri memasuki sekolah? Siapa yang membangunkan, menyiapkan sarapan dan menyiapkan pakaian kita? Ibu. Bahkan ia tak segan-segan mengantarkan kita pergi ketempat sekolah meski pekerjaan rumah tangganya begitu banyak.

            Apa yang bisa kita lakukan tanpa Ibu?
 
            Hampir seluruh pekerjaan rumah, Ibu yang melakukan. Sedangkan kita terkadang hanya duduk manis tak membantunya. Membiarkannya melakukan pekerjaan yang seharusnya kita lakukan, bahkan tak perduli, kita menyuruhnya layaknya Pembantu. Beginikah caramu memperlakukan seorang Ibu? Yang telah membersihakan kotoranmu saat kecil, menyusuimu hingga kau mampu untuk makan, merawatmu hingga tunbuh besar, menyekolahkanmu agar menjadi anak yang pintar agar tak bodoh seperti Ibu!

Apa yang bisa kita lakukan tanpa Ibu?
Mungkin tidak ada…

            Kini bayangkanlah. Bagaimana jika Ibumu telah tiada? 

Sudahkah kita membuatnya bahagia, membuatnya tersenyum senang, membuatnya bangga karena telah mempunyai anak yang berbakti pada orangtua. Atau sebaliknya kita sudah memarahinya, membentaknya dan tidak memperdulikan kata-katanya? Ketahuilah rasa sakit ibu adalah saat kita membentaknya dan tidak memperdulikan perkataannya.

            Bayangkanlah. Bagaimana jika Ibumu telah tiada?

            Sudahkah kita melakukan perbuatan yang baik untuk Ibu? Sudahkah bibir kita mengucap maaf atas perlakuan kita selama ini yang mungkin melukai hati Ibu.

            Bayangkanlah. Bagaimana jika Ibumu telah tiada?

            Sudahkah kita mencium keningnya, sebagaimana ia selalu mengecup kening kita saat kecil. Sudahkah kita memeluknya, sebagaimana pelukan yang selalu ia berikan saat kita membutuhkannya.


            Bagaimana jika hari ini adalah hari terakhir engkau melihat Ibu?

            Sudahkah kita melakukan sesuatu yang membuat ibu senang? Atau jika tidak bisa, sudahkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya tersenyum girang?

            Kini belum terlambat, Ibumu masih hidup. Kita masih bisa mencium tangan ibu, memeluknya dengan hangat dan membuatnya bahagia. Buatlah hari-hari tuanya bahagia melihat anak yang sholeh[ha] sepertimu. Selalu doakan ia agar bahagia memasuki syurgaNya. Sebut namanya dalam setiap sujudmu, semoga Allah mengampuni dirinya dan menempatkannya pada syurga yang tertinggi. Aamiin.

            Lakukanlah… sebelum engkau benar-benar kehilangan dirinya.

Dan jika Ibu telah tiada, semoga Allah memberikannya tempat tinggal yang indah; syurgaNya yang luas seperti semesta. 

Salam untuk Ibumu, dariku anak yang ‘jahil.’

Bagikan

Tulisan Lainnya

Jika Ibumu telah tiada
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.