Sabtu, 16 Mei 2015

Mari belajar menjadi Hujan

Mari belajar menjadi Hujan

            Dulu, saat masih kecil ada yang senang saat hujan turun. Tidak terlalu lebat dan tidak begitu rintik, hanya sedang. Meloncat-loncat kegirangan, seperti melihat tumpukan makanan yang siap untuk di lahap. Cepat saja, pergi kepulukan sang ibu lalu meminta izin untuk bermain bersama hujan, ah bukan bermain, tapi ujan-ujanan. Kita pernah melalui ini, bergembira saat hujan turun, dan bermain bersama teman sembari menikmati sejuknya hujan. Ah, sepertinya kalau di ingat-ingat hal yang sangat mengasyikan bisa bermain bersama hujan dan juga teman-teman. Ini adalah kenangan yang tidak akan pernah terlupakan oleh siapapun yang pernah menikmati hujan. :)

            Hujan adalah sepercik rahmat yang Allah turunkan kebumi untuk dapat dinikmati makhluknya. Ia adalah sumber bagi kehidupan. Tanah kering membutuhkannya, daun layu mengharapkannya dan manusia amat menginginkannya. Apa yang terjadi saat hujan enggan turun?  Makhluk yang ada di bumi pasti perlahan habis, tidak akan kuat menahan haus. Hujan... kau adalah salah satu ciptaan Allah yang mengagumkan. ^_^

            Tapi disini, mari kita belajar dari hujan yang tidak pernah lelah datang menghampiri setiap yang ada di bawahnya. Hujan, meski ada sebagian yang tidak senang dengan datangnya, ia tetap hadir untuk memercikkan kesegeran bagi yang merindukannya. Tidak perduli bila ada yang membenci, ia tetap datang bagi yang mencintainya. Pun, yang tidak suka dengan datangnya hujan ia tetap dapat kesejukannya.

            Di dunia ini kita akan bertemu dengan dua orang. Orang pertama adalah orang yang membencimu dan menginginkan kamu jatuh. Orang kedua adalah orang yang menyukaimu dan menginginkan kamu untuk terus maju. Tapi, kita tetap harus berterimakasih pada keduanya karena mereka telah mengajarkan pada kita untuk bersabar dan juga mengajarkan kita untuk tetap move meski rintangan menghalang di depan.

            Jadilah seperti hujan, yang tidak pernah lelah datang menghampiri mereka yang menyukaimu. Tak usah perdulikan orang yang membencimu. Tetap berikan mereka percikan kesejukan agar mereka merasakan kebahagiaan dengan hadirnya dirimu.

             Nah, jadilah hujan. ^_^

            Keep Hamasah ^_^

Bagikan

Tulisan Lainnya

Mari belajar menjadi Hujan
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.