Minggu, 20 September 2015

Diary Surat Perpisahan


            Terdiam dengan seribu bahasa. Fikiran melayang jauh mengenang masa indah saat kau dan aku bersama. Terlalu banyak kenangan yang sulit untuk dilupakan. Ah... banyak sekali sampai aku tidak kuat untuk mengingatnya terlalu lama. Kau begitu berarti bagiku. Sangat berarti. Ah, entahlah kenapa aku harus menuliskan perasaan yang telah berusaha aku pendam. Haa... Rasa sakit ini, biarlah hanya aku dan Allah yang tahu.

            Engkau, ya engkau. Sosok wanita yang tidak akan pernah kulupa dalam hidup. Wanita yang terus menyemangatiku saat semua orang menjauh. wanita yang selalu berada disampingku dan rela berkorban disaat orang-orang tidak perduli denganku. Suatu kebahagiaan bagiku pernah menghabiskan waktu bersamamu. Berbagi cerita, suka, dan keceriaan, haa... senangnya. Oh, iya. Apa kamu masih ingat saat pertama kali aku mengantarmu pulang sekolah? Engkau tersandung dan kita sama-sama tertawa. Hehe, momen yang tidak akan pernah terlupakan.

             Masa-masa indah saat SMA bahkan setelah aku Kuliah engkau masih setia menemaniku. Hm... Aku tidak tahu sampai kapan kesedihan dalam hatiku ini menghilang. Yang pasti aku selalu berdoa pada Allah agar ia mencabut rasa perih dari hati ini karena tak bisa lagi bersamamu.

            Ah, terlalu banyak kenangan yang kita lalui. Mungkin itu sebabnya aku masih merasakan sakit dan perih ini. Hm, tapi engkau tidak perlu khawatir aku akan baik-baik saja. Allah akan menyembuhkan rasa sedih ini, aku percaya itu. Tenang ya... J

            Engkau tahu, aku adalah lelaki terbodoh karena melapaskanmu begitu saja. Tapi aku tak habis fikir, kenapa engkau terima tawaran itu?

            Tidak. aku tidak menyalahkanmu. Aku yang salah karena tidak berada disampingmu pada saat itu. Iya aku bodoh, kau tahu kan?

            Maafkan aku yang tidak bisa membahagiakanmu. Aku harap engkau bahagia dengan lelaki pilihanmu. Ingatlah pesanku, kau harus tetap sehat dan jaga pola makanmu. Makanlah nasi! Aku tidak ingin kau terlihat kurus. Perbanyaklah bacaan al-qur’anmu. Bacalah buku agar engkau menjadi wanita yang cerdas dan tak mudah terpengaruhi dengan ucapan orang lain. Dan ingat, janganlah engkau bersedih karena Allah selalu menemani dan mendengar doa kita.

            Ha.. tidak terasa mata ini meneteskan buliran air mata. Lelaki boleh nangiskan? :’)

Cukup sampai disini ya...

            Untukmu wanita terhebat, yang pernah mengisi hari-hariku dengan penuh makna. Namamu akan selalu tersimpan didalam benak ini. Selamanya...

Ya Allah, jadikanlah cintaku, cinta kepadaMu dan RasulMu
Dan jadikanlah rindu ini, rindu kepadaMu dan RasulMu.


 Sayf Furqan Muhammad*

Bagikan

Tulisan Lainnya

Diary Surat Perpisahan
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.