Sabtu, 12 September 2015

Membunuh Rasa Malas


            Malas. Iya, M-A-L-A-S adalah kata beracun yang perlahan membunuh kita. Sikap dan tingkah laku malas ini, akan membawa kita pada jurang kehancuran, kegagalan bahkan sampai jurang api neraka! Sebelumnya, saya mengingatkan diri sendiri agar terhindar dari rasa malas, dan berlindung pada Allah dari sikap pemalas, sebab sikap menunda-nunda suatu kebaikan, mengundur-ngundur untuk menjemput impian dalam hidup adalah upaya dari syaitan laknat yang mencoba membawa kita pada tempatnya (neraka) di akhirat nanti.

            Rasa malas,  atau sikap menunda-nunda, berprilaku santai dan menganggap remeh sesuatu merupakan awal dari kehancuran kita. Bagaimana tidak, saat kita ingin melakukan suatu perbuatan entah itu perbuatan kebaikan atapun perbuatan untuk menjemput impian ia selalu hadir, godaan syaitan terus berbisik “udahlah, nanti saja kamu kerjakan itu, Istirahatlah.”

Ketahuilah teman, sikap menunda-nunda untuk melakukan kebaikan atau apapun yang dapat memberikanmu kebahagiaan adalah upaya dari syaitan yang mencoba membawamu pada kehancuran. Ia terus menggoda kita untuk terus bersantai ria, berleha-leha, dan me-nanti-nanti-kan suatu pekerjaan karena ia tidak suka saat kita melakukan kebaikan dan meraih kebahagiaan.

            Ah, tulisan ini semestinya, dan seharusnya ditelunjukan pada saya sendiri yang terkadang suka malas melakukan sesuatu. Saya berdoa, semoga kita terlindungi dari sikap malas yang datangnya dari syaitan ini.

            Oh, iya. Kata malas juga mempunyai kata turunan –menurut saya—yaitu “nanti” kata ‘nanti’ ini menjadi sangat ampuh saat kita terus mengucapkannya untuk menunda pekerjaan.
“nanti sajalah, istirahat dulu” “nanti saya kerjakan,” “nanti pagi baru mulai,” “nanti besok biar enakan” dan nanti nanti nanti.

Kata Ayah saya, nanti atau yang bahasa betawinya “Ntar” itu seperti bunyi peluru “tar..tar..tar!” yang bunyinya akan menghilang saat selesai menembak. Pun sama, saat kita menunda pekerjaan. Bilangnya “entar” pas disuruh lagi “entar” di ingetin terus bilangnya “entar” persis seperti bunyi  peluru, kalau tidak di ingatkan nggak jadi!

            Lalu bagaimana caranya agar kita dapat menghilangkan rasa malas atau bahasa saya adalah MEMBUNUH rasa malas? Nah, Pak Mario teguh pernah menyampaikan tentang menghilangkan rasa malas dengan cara mengingat Tujuan.

“Sebenarnya” kata Pak Mario, “Rasa malas itu tidak bisa dihilangkan kecuali kita mengingat tujuan, mengapa kita melakukan pekerjaan tersebut? Ingatlah tujuan itu” 
super zekalii...! 

            Saat kita melakukan pekerjaan atau aktifitas apapun ingatlah tujuan kita dalam melakukan hal itu. Tujuan kita dalam  melakukan perkerjaan tersebut –misalnya—agar kita masuk syurga dan impian kita tercapai. Nah, ingat-ingatlah tujuan tersebut agar kita terhindar dari rasa Malas yang terus membayang-bayangi kita. Tidak ada cara membunuhnya kecuali dengan mengingat Tujuan.

            Mengingat tujuan akan memberikan kita semangat, fokus pada tujuan akan membuat kita sampai pada apa yang kita impikan dan kitapun akan berhasil membunuhnya. 
Yeaah! 

Jadi teman, untuk membunuh Rasa Malas, ingat-ingatlah Tujuan kita dalam melakukan sesuatu. Ingatlah dengan baik dan jelas tujuan kita. Insya Allah, rasa malas itu akan hilang.

“Kewajiban kita banyak” ucap Imam Ahmad bin Hambal, “tapi waktu kita sedikit.”

Bersegeralah. Bunuh rasa malasmu!


Bagikan

Tulisan Lainnya

Membunuh Rasa Malas
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.