Rabu, 18 Mei 2016

Peduli

Harun Tsaqif

Akhir-akhir ini kita disugguhkan dengan berita yang kembali memilukan hati. Tentang saudara muslim dibelahan benua timur, Allepo, Suriah. Tragedi mengiris rasa kemanusiaan tersebut kembali terulang membuat haru sebagian muslim lainnya. Apakah kita termasuk? 


Berulang kali terjadi penembakan –kalau memang tidak boleh dikatakan pembantaian—secara membabi buta dilakukan oleh tentara rusia dan juga pendukung kepala negara Bassar Assad Laknatullah alaih yang menginginkan kembali suriah untuk dipimpin oleh jajaran dan sekutunya. 


Pun begitu, mengapa banyak dintara kita kaum muslim yang mungkin hatinya tidak tergerak –jika memang tidak mau dikatakan membiarkan saudaranya terus dibantai—berungkali kita hanya bisa melihat berita di televisi, istri kehilangan suaminya, anak kehilangan ayahnya, serta berapa banyak kini janda-janda dan juga yatim yang seiring hari terus bertambah.


Kita hanya bisa menyaksikan mereka berpeluh dengan darah, bukan keringat, karena keringat mereka telah kering dengan ketakutan yang terus menghantui. Siapa kita ini? Masihkah kita pantas disebut sebagai saudara muslim sedang mendoakannya saja tidak.

Pantaskah kita disebut sebagai saudara seakidah kalau memang tidak pernah terbesit difikiran kita untuk memikirkannya. Ini bukan tulisan analisis, tapi tulisan hati yang menangis karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka saat ini.

Ya Allah tabahkanlah hati saudara kami yang tertimpa musibah, teguhkanlah imannya, kuatkan ia dalam melalui ujianmu, menangkanlah kaum muslim atas pembenci islam, menangkanlah kaum muslim atas pembenci islam. Allahuma Aamiin.

Bagikan

Tulisan Lainnya

Peduli
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.