Senin, 19 Desember 2016

Sabar, Semua akan Cie-Cie pada Waktunya


Siapasih di dunia ini yang mau hidup sendirian, bisa dipastikan semua ingin hidup dengan seseorang yang telah Allah tetapkan sebagai pasangan halalnya. Berbagi cerita, suka ataupun duka. Banyak hal yang ingin dilalui dengan orang yang kita sayangi.

Tetapi jikalau Allah belum mempersatukan, serta aku dan kamu belum menemukan?
            Rasanya banyak kita mendengar, cerita dari setiap insan yang mendamba pernikahan namun tak kunjung Allah berikan jalan. Tidak jarang hal ini membuat sedih dan bertanya-tanya;

“Ya Allah, kapan giliranku?”

            Harus kita pahamai bersama bahwa setiap kehidupan memiliki episode, jika saat ini kita masih sendiri, tentu Allah mau kita berbenah lagi dan terus memantaskan diri. Pun, jika episode bahagia itu datang, ada hal yang harus dipersiapkan dari sekarang.

Mungkin inilah alasan yang tepat mengapa kita belum saling menemukan. Bukankah berbaik sangka pada Allah merupakan anjuran, sebab Ia sesuai perasangka hambanya. Tidak ada yang lebih indah selain saling percaya bukan, maka kita percayakan saja pada Allah pemilik rencana terbaik. Yakinlah, suatu saat nanti kita akan dipertemukan.

            Mungkin saat ini kau yang mencie-ciekan temanmu karena baru saja menikah, namun siapatahu esok kau dinikahi seorang pria shalih yang membuatmu bahagia.

            Namun, sebelum hal itu terjadi, tentu ada yang perlu dilewati; diantaranya adalah “komporan,” Iya biasalah, seorang jomblo memang harus siap dengan hal ini serta harus mempersiapkan jawaban terbaik agar tidak sakit hati.

Tidak jarang juga loh, ada yang menikah lantaran komporan teman semakin gencar. Alhasil nikahnya bukan karena Allah, tetapi karena sudah tidak kuat di cemooh.

Nah, ini yang berbahaya. Jika dari awal menikah tidak memiliki tujuan dan alasan yang jelas ini bisa meremukkan rumah tangga loh.. Maka itu menentukan visi sebelum menikah amat penting.  

Mau cie-cienya awet, kan? 

Well, kita memang mesti bersabar sedikit lagi, menanti sebentar lagi, menunggu sembari memantaskan diri, tentunya agar kelak kita saling bersanding dan mengungkapkan segala perasaan tak menentu saat berdekatan.


Ah, sudah, tidak usah dibayangi. Semua akan cie-cie pada waktunya. Tugas kita hanya memantaskan diri dan berdoa, semoga kelak kita dipersatukan.

Bagikan

Tulisan Lainnya

Sabar, Semua akan Cie-Cie pada Waktunya
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.