Rabu, 21 Desember 2016

Uban



“Uban,” sebagaimana yang dituliskan oleh DR. Aidh Al Qarni “merupakan pengingat yang terpercaya.” Seolah-olah ia ingin membisikan pada kita tentang  persiapan yang harus segera dipersiapkan, karena tak lama lagi perjalanan hidup hampir usai.

            Betapa Allah sungguh mencintai hambanya, ia beritahukan pada kita sebuah tanda agar bergegas dan giat dalam menumpuk pahala sebelum perjalanan panjang dimulai.

Uban adalah delegasi kematian bagi kehidupan, ia mengingatkan kita bahwa masa-masa kejayaan itu hampir redup. Kulit yang tak sekencang dahulu, gigi yang sudah tanggal dari tempatnya, mata yang tak lagi bisa melihat dengan baik perlahan datang bersamanya.

Pun, ia tetap membawa kabar baik selain mengingati kita untuk bersiap;

“Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban –walaupun sehelai- dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya.” (HR. Al Baihaqi, di Hasan-kan oleh Syaikh Al Albani dalam Jami’ Ash Shagir)

Dilain perawi, ia bahkan menjadi cahaya;

“…Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’I, di Shahih-kan oleh Syaikh Al Albani dalam Jami’I Ash Shagir)

Uban, yang mungkin kita anggap tidak terlalu penting dalam hidup ternyata menyimpan kebaikan. Dan sungguh, ia menjadi pengingat untuk kaum muslim yang bertakwa, agar mempersiapkan amal kebajikan yang akan menjadi bekal.

Wallahu’alam bishawab.

Bagikan

Tulisan Lainnya

Uban
4/ 5
Oleh

Tinggalkan kesan.